Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gambar Nabi Muhammad Dalam Literatur Islam


Selain hadits, sebenarnya tidak ada larangan menggambar sosok Nabi Muhammad dalam Quran. Beberapa muslim pada zaman dahulu, terutama dari kalangan elit, bahkan memiliki gambar Nabi yang secara eksklusif mereka koleksi untuk konsumsi pribadi, sebagaimana lazimnya orang kaya Eropa mengoleksi lukisan-lukisan terkenal karya maestro lukis dunia.
Bukti adanya lukisan Nabi pada masa lalu tercatat dalam kitab Dalailul Nubuwwah karya Abu Bakr Ahmad bin Husain al-Bayhaqi (w. 1043). Dalam kitab tersebut dikisahkan Hisyam bin 'Ash al-Umawi dan seorang sahabat menemui kaisar Byzantium, Heraclius, guna menyampaikan surat dari Nabi. Pada hari kedua pertemuan mereka, utusan Nabi ini diundang masuk ke sebuah ruangan. Disana Heraclius membawa sebuah kotak berisi lukisan-lukisan para nabi dari sejak Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa. Terakhir sang kaisar mengeluarkan sebuah lukisan berwarna putih tanpa ada hal-hal khusus yang menonjol dalam lukisan tersebut. Ia kemudian bertanya, apakah mereka mengenali gambar tersebut. Hisyam dan temannya lalu menjawab, "ya, ini adalah Muhammad, Nabi Allah" lalu mereka pun menangis.
Selain kisah tersebut, terdapat dua riwayat lain yang menceritakan bagaimana wajah Nabi digambarkan pada masa lalu. Pertama tercatat dalam kitab Al-Akhbar al-Tiwal karya al-Dinawari sekitar tahun 895 M yang menceritakan kisah serupa di Dalailul Nubuwwah hanya saja tidak disebutkan nama Heraclius.
Sedang kedua tertulis dalam Muruj al-Dzahab karya Mas'udi yang ditulis pada 956 M. Di kitab ini, Mas'udi menceritakan kisah seorang pedagang Arab bernama Sulaiman yang tengah menghadap ke raja Cina. Sang raja bertanya kepada orang tersebut, "Apakah kamu bisa mengenali Nabi jika melihatnya?". Sulaiman menjawab bagaimana mungkin bisa mengenali, kan Nabi sudah wafat. Sang raja lalu berkata, "bukan orangnya, tapi gambarnya". Raja kemudian memerintahkan penerjemahnya untuk menunjukkan gambar Nabi kepada Sulaiman yang kemudian menangis dan memuji sang raja.
Selain riwayat diatas, lukisan atau gambar Nabi juga terdapat dalam buku miniatur Nahj al-Faradis karya Mahmud al-Bulgari dan digambar oleh al-Sarai pada 1465. Ini gambarnya:
Nabi sosok berjubah hijau dan bersorban digambarkan tengah menaiki Buraq bertemu malaikat.

Juga ada Rawdat al-Safa karya Mirhkwand sekitar 1585–95 M. Ini gambarnya:
Mayoritas gambar tentang Nabi yang tersisa saat ini dihasilkan di Persia, peninggalan Dinasti Safawi yang Syiah. Besar kemungkinan sejumlah lukisan Nabi koleksi aristokrat Abbasiyah yang tersimpan di perpustakaan Baghdad ikut musnah dalam serangan Mongol ke kota tersebut pada 1258. Jadi secara virtual kita tidak memiliki bukti keberadaan lukisan Nabi sebelum era tersebut.
Sumber: