Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Dewi Utama Bangsa Arab Pra-Islam

K
eberadaan tiga dewi utama bangsa Arab pra-Islam terdokumentasikan dengan baik dalam Quran dengan sebutan al-Lāt, al-'Uzza, dan Manāt. Masyarakat pagan Arab menganggap ketiga dewi ini anak perempuan Allah yang lalu disindir oleh Quran  dengan kebiasaan mereka yang memafavoritkan anak laki-laki ketimbang perempuan. Bila orang Arab pagan lebih memilih anak laki-laki lalu mengapa Allah hanya memiliki anak perempuan. Bukankah itu pembagian yang tidak adil? QS (53:19-22).

Lalu siapakah sebenarnya ketiga dewi teresbut? Mari kita tinjau satu persatu. 
Pertama, al-Lāt
Dewi al-Lāt merupakan tuhan paling terkenal diantara tiga dewi Arab lainnya. Ia disembah di wilayah Arabia Utara hingga Syria, dan merupakan tuhan utama di Nabatean, Palmyra, hingga Hatra.

Masyarakat Nabatean menganggap al-Lāt sebagai tuhan ibu, atau istri dari Dushara. Kuil utama dewi ini terletak di Iram dan dibangun oleh suku 'Ad. Dalam kebudayaan Yunani al-Lāt sering diatributkan dengan Athena, dewi perang. Sedang dalam kebudayaan Romawi dikenal dengan nama Minerva.
Kedua, al-ʻUzzā
Ukiran al-'Uzza di sebuah kuil dekat Khirbet et-Tannur

Al-'Uzza biasanya berkaitan erat dengan al-Lāt. Di beberapa wilayah di Arabia Utara dua nama ini sering digunakan untuk merujuk pada satu dewi. Keduanya lalu berpisah menjadi dua dewi yang berbeda di masyarakat Makkah pra-Islam. Al-'Uzza diidentikkan dengan Aphrodite dalam kebudayaan Yunani dan Venus dalam kebudayaan Romawi.
Al-'Uzza sendiri merupakan tuhan utama suku Quraisy, Banu Kinanah, dan Syaiban. Kuil utama dewi ini terletak di Nakhlah sebelah Timur Makkah arah Thaif. Pada masa jayanya masyarakat Arab sering menamakan anak mereka dengan Abdul Uzza, yang berarti hamba al-'Uzza. 
Menurut Tabari, al-'Uzza berasal dari kata aziz yang berarti hebat atau agung dan juga salah satu nama-nama Tuhan dalam Islam.
Ketiga, Manāt
Dibandingkan al-Lāt dan al-'Uzza, Manāt adalah dewi yang paling kuno. Ia biasa disembah sebagai dewi yang menguasai keberuntungan, waktu dan takdir. 
Dewi Manāt yang berasal dari kata mana yang berarti takdir merupakan tuhan utama Banu Aws dan Khazraj. Kuil besar dewi ini terletak di pantai Laut Merah antara Makkah dan Madinah.